Selama berpuasa, salah satu masalah yang cukup mengganggu kenyamanan dan membuat seseorang kurang percaya diri adalah bau mulut. Kelaparan dan kehausan menjadi tantangan yang harus dihadapi saat menjalani puasa. Namun, tantangan tidak berhenti disitu saja, karena berpuasa juga berarti menghadapi masalah bau mulut. 

Karena saat berpuasa, Kesayangan Oma tidak mendapat asupan makanan atau minuman untuk dikunyah dan diproses di dalam mulut menyebabkan produksi air liur berkurang. Faktanya, air liur alami memiliki peran penting dalam membersihkan sisa-sisa makanan di rongga mulut karena mengandung enzim anti-bakteri alami. Meskipun demikian, Kesayangan Oma tidak perlu khawatir berlebihan, ada beberapa tips untuk mengatasi bau mulut sebagai berikut.

 

1) Minum air putih 2 liter sehari 

Pastikan Kesayangan Oma minum air putih secukupnya saat sahur dan berbuka guna mengurangi bakteri yang menyebabkan bau mulut. Kondisi mulut yang kering dapat memicu bau mulut saat berpuasa karena produksi saliva menurun, memungkinkan bakteri berkembang di mulut. Pastikan kebutuhan cairan terpenuhi dengan baik selama berpuasa, dengan membagi waktu minum air dalam sehari. 

Biasanya, meminum 8 gelas air putih atau setara dengan 2 liter akan mencukupi kebutuhan cairan harian Kesayangan Oma. Tidak perlu mengonsumsi satu liter air sekaligus saat sahur. Bagi waktu minum Kesayangan Oma sepanjang hari, misalnya dengan satu gelas setelah bangun sahur, satu hingga dua gelas setelah makan sahur, dan sisanya bisa diminum saat berbuka, sebelum shalat tarawih, saat makan malam, dan sebelum tidur.

Pilihlah air putih sebagai minuman utama dan hindari minuman manis. Dengan menjaga asupan cairan, produksi air liur dapat tetap optimal, sehingga bau mulut dapat diatasi selama menjalani puasa.

 

2) Menjaga kebersihan mulut 

Bau mulut saat berpuasa bisa terjadi karena adanya sisa makanan yang menumpuk di gigi. Untuk menguranginya, Kesayangan Oma bisa rutin menyikat gigi. Bakteri secara alami ada di dalam mulut, namun sisa makanan atau minuman dapat membuat pertumbuhan bakteri menjadi lebih cepat dan mengakibatkan bau yang tidak sedap.

Penting untuk menyikat gigi secara teratur, terutama setelah sahur dan berbuka, dengan menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride. Selain itu, membersihkan lidah dengan air mengalir atau alat pembersih lidah untuk mengurangi pertumbuhan bakteri yang menjadi penyebab bau mulut dapat juga dilakukan. Menjaga kebersihan gigi dan lidah sangat penting untuk menghindari bau mulut yang tidak diinginkan.

 

3) Berkumur menggunakan obat mulut

Berkumur menggunakan obat mulut dapat menyegarkan nafas dan menghilangkan bau mulut yang tidak sedap. Pilihlah obat kumur yang dapat membunuh bakteri untuk hasil maksimal dan hindari menelannya. Mouthwash efektif melawan bakteri yang sulit dijangkau oleh sikat gigi dan memberikan kesegaran pada napas. Selain itu, berkumur dengan air garam juga bisa membantu membunuh bakteri penyebab bau mulut.

 

4) Menjaga makanan yang dikonsumsi

Meningkatkan konsumsi buah dan sayuran, terutama yang kaya akan vitamin C seperti jeruk dan nanas, akan meningkatkan produksi air liur yang dapat mengatasi mulut kering sehingga mengurangi bau mulut. Selain itu, buah dan sayuran membantu membersihkan plak dan sisa makanan, serta mengandung antioksidan yang mendukung kesehatan gigi dan mulut. Dan hindari makanan beraroma menyengat seperti bawang putih, bawang bombay atau jengkol, terutama saat sahur. 

 

SUMBER: