Kesayangan Oma yang masih dalam fase menyusui si kecil seringkali khawatir ketika hendak menjalankan ibadah puasa. Kesayangan Oma perlu memperhatikan nutrisi dan cairan tubuh selama bulan Ramadan. Namun faktanya, Ibu menyusui tidak diwajibkan untuk berpuasa lho Kesayangan Oma. Jika memutuskan untuk tidak berpuasa, Kesayangan Oma dapat membayar fidyah atau menggantinya di luar bulan Ramadan.

Meski puasa bisa memberikan manfaat seperti menurunkan berat badan, Kesayangan Oma yang menyusui perlu memastikan bahwa asupan gizinya tetap mencukupi. Hal ini penting untuk menjaga kesehatan dan kualitas ASI yang diberikan kepada bayi. Dengan begitu, Kesayangan Oma bisa menjalani puasa dengan aman dan lancar tanpa harus khawatir. Berikut ada beberapa tips berpuasa bagi Kesayangan Oma yang masih menyusui Si Kecil, biar tetap bisa nyaman dan lancar menjalani ibadahnya:

1. Konsumsi makanan yang bergizi seimbang selama bulan puasa

Selama bulan puasa, ibu menyusui disarankan untuk makan makanan seimbang saat sahur dan berbuka. Pastikan memilih makanan yang tepat seperti oatmeal, telur, dan yoghurt, serta mengonsumsi makanan pelancar ASI seperti ikan salmon dan sayuran. Hindari makanan manis dan tinggi lemak saat berbuka, dan pastikan nutrisi terpenuhi dengan makanan berprotein, sayuran, buah-buahan, dan produk susu. 

2. Menjaga hidrasi dengan konsumsi banyak air putih 

Ibu menyusui yang berpuasa perlu menjaga asupan cairan dengan minum air mineral yang cukup, sekitar 8 gelas sehari atau 2 liter, dibagi antara berbuka, malam hari sebelum tidur, dan sahur. Selain itu, minum air kelapa murni juga disarankan untuk menjaga kecukupan cairan tubuh dan mendukung produksi ASI. Hindari minuman berkafein seperti kopi, teh, dan soda saat menyusui untuk mencegah dehidrasi.

3. Perhatikan kesehatan bayi dan diri Kesayangan Oma yang sedang dalam masa menyusui.

Pastikan selalu memperhatikan kondisi bayi, terutama jika ada perubahan perilaku mencurigakan seperti berat badan turun, feses berwarna kehijauan, atau kurangnya popok basah. Jika terjadi, segera hubungi dokter atau konsultan laktasi. Perhatikan juga tanda-tanda dehidrasi pada bayi seperti popok tetap kering, tidak mengeluarkan air mata saat menangis, atau tampak tidak puas setelah menyusu. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. 

Pastikan juga ibu memerhatikan kondisi saat berpuasa karena potensi dehidrasi bisa membahayakan. Gejala seperti pingsan, haus yang berlebihan, pusing, sakit kepala, atau urin yang sedikit dan gelap bisa menjadi pertanda untuk berhenti berpuasa. Saat mengalami hal ini, istirahatlah dan minum jus buah murni atau oralit. Jika kondisi tidak membaik, segera hubungi dokter. Jangan memaksakan diri untuk berpuasa jika kondisi tidak mendukung. Jika merasa tidak enak badan, batalkan puasa dan konsultasikan dengan dokter.

 

 

Sumber:

https://rey.id/blog/kesehatan/hidup-sehat/tips-puasa-untuk-ibu-menyusui/ 

https://www.alodokter.com/fakta-penting-tentang-puasa-bagi-ibu-menyusui 

https://hellosehat.com/parenting/bayi/menyusui/tips-puasa-bagi-ibu-menyusui/