Saat ini, Gula Aren tengah digandrungi oleh masyarakat luas dibandingkan dengan Gula putih atau gula pasir biasa dikarenakan gula aren diperkaya oleh beberapa mineral yang diperlukan tubuh, sedangkan Gula Putih atau Gula Pasir memiliki kadar kalori yang lebih tinggi dan nilai gizi yang kecil. Tak heran kalau gula aren semakin ngetren sebagai campuran makanan atau minuman yang kekinian. Pemanis alami yang diekstrak dari endapan air pohon nira yang kemudian dicetak menggunakan potongan bambu atau cetakan berbentuk silinder inipun sekarang dapat ditemukan di beberapa daerah berikut ini di Indonesia:

  1. Cianjur, Jawa Barat

Biasanya, produksi Gula Aren di daerah Cianjur dilakukan dalam rumah – rumah warga atau bahkan dalam dapur berupa gubuk yang khas dengan ciri khas kehidupan masyarakat Sunda di pedalaman. Di Cianjur, Gula Aren bukan hanya dikonsumsi dalam bentuk padatan, namun juga dalam bentuk cairan hangat. Orang Sunda biasa menyebutnya dengan “peueut” yang sering dikonsumsi dengan ucurkannya pada pangan lokal, seperti singkong. Peueut bisa juga dikonsumsi dalam bentuk cairan yang rasanya seperti gulali.

  1. Lebak Banten, Jawa Barat

Salah satu tempat penghasil Gula Aren terbaik di Indonesia adalah daerah Kabupaten Lebak, Banten. Setiap hari, para petani mendatangi kebun untuk mengambil sadapan air nira sebagai bahan dasar pembuatan gula Aren dan proses ini dilakukan setiap pagi dan sore hari. Nira dimasak di atas tungku dengan nyala api sedang untuk menghasilkan Gula yang berkualitas. Setelah Gula Aren matang dan kental, kemudian dituangkan ke dalam cetakan dan ditunggu hingga mengeras. Gula Aren yang telah dibungkus daun pun siap dipasarkan.

  1. Temanggung, Jawa Tengah

Daerah Temanggung, Jawa Tengah memiliki sumber daya alam yang baik untuk menghasilkan Gula Aren berkualitas. Daerah ini memiliki topografi dengan posisi yang sempurna untuk pertumbuhan pohon aren secara maksimal. Produksi Gula Aren di Temanggung mencapai lebih dari 850 ton per tahun, dan semakin meningkat setiap tahunnya. Masyarakat juga, tidak berhenti untuk berupaya meningkatkan produksi Gula Aren  di daerah tersebut.

  1. Sukabumi, Jawa Barat

Di Sukabumi, Jawa Barat, masyarakat biasa menyebut Gula Aren dengan Gula Kawung. Wilayah kecamatan Cikakak khususnya di Desa Margalaksa dan Desa Sirnarasa, merupakan salah satu daerah yang sangat berpotensi untuk produksi gula Aren. Desa Margalaksana memiliki luasan penanaman pohon aren sekitar 93 Ha dengan potensi menghasilkan produksi gula aren berkisar 3 – 8 ton / bulan, sedangkan luas penanaman aren di Desa Sirnarasa sekitar 134 Ha dengan potensi produksi gula antara 5 – 10 ton / bulan.

  1. Oku Selatan, Sulawesi Selatan

Sulawesi Selatan juga dikenal dengan Gula Arennya, lebih tepatnya di daerah Oku Selatan. Saat ini, luas kebun pohon aren di kota Oku Selatan di provinsi Sulawesi Selatan adalah sekitar 470 hektar. Dengan jumlah ini, mereka mampu menghasilkan setidaknya 155 ton gula aren organik setiap tahunnya. Usaha pengembangan pohon aren di Sulawesi Selatan semakin diperbesar. Selain karena tipikal lahannya yang masih luas, kondisi tanah di Oku Selatan juga sangat mendukung pertumbuhan pohon aren dengan baik.

Nah, itu dia berbagai daerah di Indonesia yang terkenal dengan Gula Arennya. Setiap daerah pasti memiliki ciri khas nya masing – masing dalam mengolah Gula Aren. Boleh dipertimbangkan untuk mengganti konsumsi Gula pasir menjadi Gula Aren organic demi pola hidup yang lebih sehat.

 

Referensi :

https://deskjabar.pikiran-rakyat.com/ekbis/pr-113878552/kecamatan-cikadu-cianjur-penghasil-gula-aren-bagian-2-tamat

https://www.kompas.tv/article/154245/melihat-pembuatan-gula-aren-di-lebak-penghasil-terbaik-di-indonesia#:~:text=Gula%20aren%20atau%20gula%20merah,Cigemlong%2C%20Kabupaten%20Lebak%2C%20Banten.

https://www.organeeq.com/2020/11/daerah-penghasil-gula-aren-organik.html

http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/96010/Produksi-Gula-Aren-Di-Kecamatan-Cikakak—Sukabumi/