Ketika seorang anak mulai memasuki usia balita, si kecil akan semakin aktif bergerak, memiliki rasa ingin tahu yang jauh lebih besar, serta sudah mulai berinteraksi dengan orang – orang di sekelilingnya. Artinya si kecil telah melewati fase bayi dan sedang memasuki masa kanak-kanaknya, dimana ia akan menjalani proses tumbuh kembang yang sangat penting dalam hidupnya. Tumbuh kembang anak yang optimal merupakan harapan setiap orang tua, maka peran orang tua akan sangat penting, khususnya bagaimana cara orang tua mencermati dan mengamati proses tumbuh kembang anaknya. Semasa proses tumbuh kembang ini, kerap orang tua dihadapi pada keadaan yang sangat menantang, namun jika dinikmati akan terasa menyenangkan, .Nah, ini dia 4 hal yang harus orang tua perhatikan selama tumbuh kembang anak di usia balita.

  1. Pertumbuhan Fisik

Hal pertama yang paling mudah untuk diperhatikan adalah pertumbuhan fisik dari si buah hati, Pertumbuhan fisik ini dapat diukur secara rutin dengan menimbang berat badan, maupun mengukur tinggi badan. Carilah referensi tinggi badan untuk umur yang sedang dilalui si kecil. Jika ternyata berat badan atau tinggi badan si kecil lebih lambat dari seharusnya, jangan panik, tapi konsultasikan hal ini dengan dokter anak dan coba lebih memperhatikan asupan si kecil setiap harinya, apakah sudah cukup protein, karbohidrat, lemak dan vitamin yang dibutuhkan selama masa pertumbuhannya. Nutrisi yang dibutuhkan si kecil pada umurnya juga dapat dikonsultasikan ke dokter anak atau ahli gizi anak.

  1. Kemampuan Motorik

Kemampuan si kecil dalam menggerakkan bagian – bagian tubuhnya disebut sebagai kemampuan motorik. Kita bisa memperhatikan si kecil sudah sampai mana pertumbuhannya dari gerakan motoriknya. Misalnya, jika mereka sudah memasuki usia 1 tahun, seharusnya si kecilsudah bisa duduk dengan tegak dan memegang sendok untuk mencoba makan sendiri, memasuki umur 2 atau 3 tahun sudah bisa mulai berdiri dan berjalan, usia 4 sampai 5 tahun sudah dapat berbicara dengan lancar dan menerima intruksi dari orang tua.. Dari situ orang tua dapat sambil melatih si kecil jika pergerakannya terlihat sedikit lambat dari yang seharusnya.

  1. Perkembangan kognitif dan emosi

Ketika si kecil masuk ke tahap balita, kita sebagai orang tua sudah bisa mulai mengajarkan si kecil untuk memecahkan masalah dengan sangat sederhana, contohnya, memintanya untuk menebak mainan yang disembunyikan di kedua telapak tangan kita, menirukan gerakan kita, menunjuk sesuatu yang mereka inginkan, dan banyak lagi.Perkembangan aspek kognitif merupakan sebuah proses di mana seorang anak akan mulai bisa mendapatkan pengetahuan tentang dunia yang ada di sekitar dirinya, serta kemampuannya beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Seperti sudah biasa untuk meminta tolong kepada orang tua, atau memberikan respon terhadap orang yang baru dikenal

  1. Kemampuan berbahasa

Kemampuan yang perlu para orang tua perhatikan dan terus awasi perkembangannya adalah kemampuan anak dalam berbahasa. Umumnya, anak usia 1 tahun sudah dapat memproduksi dan memahami kata-kata tunggal, mampu menunjuk bagian-bagian tubuh, perbendaharaan kata meningkat pesat, dan mampu mengucapkan kalimat yang terdiri dari dua kata atau lebih. Kemampuan berbahasa juga sangat penting karena merupakan media anak untuk mengekspresikan diri berkaitan dengan kebutuhan dan juga keinginannya.

Nah, itu dia 4 hal yang harus diperhatikan selama tumbuh kembang anak di usia balita. Sebagai orang tua saatmemiliki anak yang masih berusia di bawah 5 tahun, memang senantiasa harus lebih fokus dalam memperhatikan proses tumbuh kembangnya untuk memastikan agar tumbuh kembangnya optimal.

Referensi :

https://merries.co.id/community-parenting/umum/3-hal-yang-harus-diperhatikan-dalam-tumbuh-kembang-anak

https://www.wyethnutrition.co.id/tumbuh-kembang-anak?gclid=CjwKCAjwos-HBhB3EiwAe4xM97A1m3j0PTb2nK6r0QwSc6DeerXXv8D8WC_9SgsNt_JFhp8lHynAXBoCJ3oQAvD_BwE&gclsrc=aw.ds